Got Lost at Suvarnabhumi Airport, Bangkok - Thailand

Suvarnabhumi Airport, Bangkok

The time has come to leave my Homeland and my family but I would build the new family with my husband soon. It was a beginning of my new life.

Jakarta - Frankfurt dengan Thailand Airways mengharuskanku menginjakkan kaki selama 8 jam di Suvarnabhumi Airport, Bangkok. Bandara Suvarnabhumi cukup besar, bangunan baru dan masih banyak ruangan kosong yang belum digunakan. Sekitar pukul 16.00 waktu Bangkok, pesawatku landing. Alur penumpang membawaku masuk ke Custom Checking Area. Bagian yang paling aku tidak suka, karena membuatku tegang, walaupun barang bawaanku normal-normal aja. Mungkin juga karena tampaknya para petugas di Custom Checking di manapun bermuka sangar :-p (Maaf buat kawan yang bekerja di tempat ini he..he..)

Lolos dari "pintu macan", waktunya untuk mencari spot internet. Ceritanya ingin berkabar dengan keluarga di Indonesia karena ternyata sinyal Indosat tidak bisa diakses dan sekalian juga buat killing time. Nyaris 2 jam menjelajahi lantai 3 dan 4, hasilnya baru menemukan map bandara dan ternyata letak internet di lantai 2 (*Kesalahan 1: Cari map setelah nyasar).

Mencari eskalator ke lantai 2 juga ternyata tidak mudah, ditambah suhu Suvarnabhumi  yang cukup panas dan bawaan jaket yang lumayan tebal. Ok, enaknya beli minum dulu, karena tenggorokanku  terasa tercekat. Sebotol air mineral 600 ml = 55 Bath. Tak apa, beberapa teguk air dapat membuatku segar kembali. Tapi, kog sudah bolak-balik di lantai 3, tidak ada akses eskalator turun ke lantai 2? Semua mati. Mulailah bingung datang. Sembari terus mencari, aku menemukan 1 lorong sempit bertuliskan "2nd Floor". Ahaaa! Ini pintunya! Dipikir-pikir, kog pintu aksesnya sempit amat? It's ok lah.. yang penting bisa ketemu internet. Akhirnya memang turun ke lantai 2 dan ketemu juga internet. Tarif internet 20 menit = 100 Bath. Wuuiihh.. mahal banget. Aku cuma bawa 200 Bath, karena stock Bath di salah satu bank di Cengkareng cuma segitu. Ok lah, masih ada sisa. (*Kesalahan 2: Ga nyiapin Bath jauh-jauh hari, padahal dah tau bakal transit 8 jam)

Masalah datang lagi ketika ingin kembali ke lantai 3. Di lantai 3 aku sempat menemukan Transit Passenger Waiting Area yang cukup nyaman. Paling ga bisa tidur sembari menunggu terbang pukul 23.00. Hanya kutemukan 1 eskalator ke lantai 3 yang ujungnya disambut oleh Custom Checking Area. Lho.. kog bisa ketemu ini lagi??? Ooooo...aku tidak mau masuk situ lagi. Aku ingin mencari pintu akses ke lorong sempit tangga menuju lantai 3 yang sebelumnya aku lalui. Bolak-balik dicari, tapi nihil. Sepertinya pintu itu menghilang. Demikian juga lift disebelah eskalator, tidak terbuka di lantai 3 dan 4, hanya bisa turun ke lantai 2 atau 1. Bolak-balik coba cari jalan lain, tetep kembali ke Custom Checking Area. Woooaaahhh... nyerah deh! Mungkin karena bolak-balik dan mukaku bingung, petugas akhirnya menanyai aku.

Petugas:  Where are you going, Madam?
Aku:       I want to go to waiting area for transit passenger. My flight schedule is around 11 tonight.
Petugas:  You have to go through this area.
Aku:       Is there any other way? I've just bought a botlle of water and now i have to throw it away. I've been checked already at the other gate when i arrived here this afternoon.
Petugas:  Ya, but you have to throw it away, whatever it is, when you want to pass this area.

Ini pertanyaan bodohku atau bagaimana? Yang kepikir cuma 1, sayang banget harus buang air, padahal waktu tunggu masih lama dan Bath sudah menipis. Sudahlah, akhirnya kurelakan 1 botol air dibuang percuma di tong sampah custom checking :-(

Keluar dari custom checking, tiba-tiba aku melihat 1 botol air mineral Nestle dijual seharga 40 Bath. Seneng banget!! Uangku cukup dan bersisa 10 Bath. Lega rasanya, aku sekarang bisa menunggu pesawatku dengan nyaman di Transit Passenger Waiting Area.

Dipikir-pikir, sebenarnya bisa saja tukar Euro ke Bath kalau sampai kekurangan Bath. Cuma aku pikir ya, sayang dapet Bath banyak, padahal hanya beberapa jam lagi berangkat. Tapi pastinya kejadian ini menambah pengalaman baru dan memberikan keuntungan. Suatu saat, ketika aku kembali transit 8 jam sendirian di  Suvarnabhumi Airport, aku sudah tahu apa yang harus lakukan setelah pesawat landing: tahan haus, cari internet, siap-siap masuk Custom Checking, beli minum, beli roti atau jalan-jalan dan terakhir... tidur di transit passenger area sampai waktunya terbang lagi :-D

Komentar

  1. hmmm, baru tw cici pny blog, nulis lg dah ci, jgn stop, hehehe

    BalasHapus
  2. Rencananya buat latihan nulis sekalian share info2 gitu, biar lama2 ga tumpul otaknya. Tapi sekarang ini malah ga nulis2 lagi gara2 sibuk sekolah hehehe .. Btw thanks ya buat support nya

    BalasHapus

Posting Komentar